|
Kami siap membantu Anda Punya kendala seputar transaksi atau ingin konfirmasi apapun, silahkan pilih salah satu jalur ini: KS1: KS2: KS3: |
| Kisah dan keunikan dari batik Madura |
|
Secara umum setiap daerah penghasil batik memiliki keunikannya tersendiri, mulai dari motif dan tata cara pewarnaan. Khususnya batik Madura yang merupakan kerajinan tangan bernilai seni tinggi karena sudah menjadi warisan budaya bangsa indonesia dahulu kala. Ragam corak batik Madura tidak lepas pengaruhnya dari warisan bangsa asing diantaranya orang-orang Tionghoa. Orang-orang Tionghoa membawa pengaruh dalam hal pewarnaan dengan memilih warna yang berani dan tegas.
Seperti yang telah disebutkan di atas, khas batik Madura dalam memilih warna memiliki cita rasa sendiri biasanya warna yang digunakan adalah warna yang mencolok, seperti merah, kuning , hijau dan biru. Dalam pewarnaan kain batik masyarakat Madura selalu menggunakan bahan alami dari tumbuh-tumbuhan seperti kayu jambal, kulit buah jelawe, tingi, akar mengkudu, daun tarum dan kulit mundu yang ditambah tawas yang membuat kain akan semakin menarik untuk dilihat. Proses pembuatan batik madura sendiri memakan waktu yang cukup lama, agar kain yang dihasilkan bagus dan warnanya lebih awet dari biasanya. Prosesnya harus melewati sembilan tahap yang diantaranya : 1. Pertama: Kain Mori putih direndam dalam air bercampur minyak dempel dan abu sisa pembakaran kayu dari tungku. Direndam untuk satu hingga dua minggu. 2. Kedua: Dicuci. Gunanya dilakukan untuk menghilangkan zat yang melekat pada kain bawaan dari pabrik. 3. Ketiga: Setelah kain kering, proses peng-kanji-an dimulai. Bahan yang digunakan adalah sagu dari Ubi Kayu, karena lebih menyerap ke dalam serat kain. 4. Keempat: Penggambaran pola pada kain. Sketsa motif yang akan dibatik mulai digambarkan pada kain yang telah dikanji ini. 5. Kelima: Pemakaian malam pada kain mulai dilakukan melalui proses diisen, dikurik, dan atau ditembok. 6. Keenam: Pewarnaan kain batik. Ini bisa berlangsung hingga dua kali. Namun untuk kain batik genthongan proses pewarnaannya bisa lebih lama karena proses pewarnaannya dilakukan dengan cara di rendam dalam wadah gentong selama berbulan-bulan bahkan sampai dengan tahunan. Karena semakin lama proses perendaman dilakukan, warna kain akan semakin pekat dan melekat kuat pada kain selama puluhan tahun kedepan tanpa mengalami penurunan kualitas warna selama proses perawatan dan penyimpanannya sesuai dengan yang di anjurkan. 7. Ketujuh: Kain batik tersebut akan dilorot. Yaitu untuk menghilangkan malam yang melekat pada kain, caranya dengan memasukan kain ke dalam air mendidih. 8. Kedelapan : setelah tahap ketujuh selesai, maka dilakukanlah penyikatan pada kain batik agar warna dapat melekat dengan kuat. 9. Kesembilan : Tahap yang terakhir adalah dijemur di bawah terik matahari. Motif batik Madura amatlah beragam sehingga banyak dicintai oleh peminat batik indonesia, bukan hanya kalangan orang tua saja yang menyukai batik madura tetapi kalangan anak muda juga banyak yang menyukainya. Gambar motifnya sendiri biasanya mengangkat aneka flora dan fauna yang ada dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Madura. Selain itu motifnya adalah hasil kreasi dari pembatik itu sendiri, misalnya, puncuk tombak, belah ketupat dan rajut. Jadi cintailah batik indonesia Sumbernya :www.savirabatik.com, www.mirahbiru4batikmadura.wordpress.com, www.batikmadura.com |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Cinta Pada Pandangan Pertama Pertama Kali saya Berbelanja di www.kinayasociety.com ketika saya merasa tak memiliki waktu banyak... Selengkapnya |
| Pelayanan Super Express 'Hi..KinayaSociety.com, baju saya udah sampe loh...kerenn semuanya.Recommended Seller dah.. Proses... Selengkapnya |
| Hari ini Bayar Besok Sudah Sampai'Terima kasih atas kirimannya. Saya puas dengan pelayanan KinayaSociety.com. Begitu cepat, hari ini saya... Selengkapnya |
| Testimoni lainnya |