Bergaya Dengan Lurik
Asal katanya sendiri berasal dari ‘lorek’ yang berarti garis-
garis yang merupakan lambang dari kesederhanaan.
Kesederhanaan inilah yang justru menjadi keistime-
waan dari kain lurik. Motif garis berselang dengan
komposisi warna-warna natural menjadi ciri khas
utama dari lurik. Tidak hanya itu, beberapa jenis lurik
juga memiliki nilai budaya yang sangat tinggi yang
digunakan hanya pada momen-momen khusus
maupun upacara adat tradisional, seperti Motif
Lasem biasa digunakan sebagai pesing atau kain
pemberian dari calon pengantin kepada neneknya.
Ada juga corak telupat yang terdiri dari 3 dan
4 garis berselang-silang, yang biasa dipakai ketika
menghadap raja. Sedangkan corak gedog madu
biasa digunakan pada upacara tujuh bulanan atau siraman.
Sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kami terhadap
salah satu karya tradisional Indonesia khas daerah Jogja ini,
maka Kinaya Society sengaja menghadirkan Tema Khusus Lurik
melalui Koleksi unggulan pada edisi kali ini.
Rp.135 000.00
Average customer rating:

Total votes: 0
Rp.135 000.00
Average customer rating:

Total votes: 0
Rp.135 000.00
Average customer rating:

Total votes: 0
Rp.145 000.00
Average customer rating:

Total votes: 0
Rp.150 000.00
Average customer rating:

Total votes: 0
Rp.135 000.00
Average customer rating:

Total votes: 0
Rp.135 000.00
Average customer rating:

Total votes: 0
Rp.135 000.00
Average customer rating:

Total votes: 0
Rp.105 000.00
Average customer rating:

Total votes: 0
Results 1 - 9 of 9
Produk Unggulan
Recently Viewed Products